Senin, 12 Januari 2009

Lagi n Lagi

Diajakin dosen jalan-jalan euy...

eh ternyata eh kunjungan ke Banten TV
Banten TV itu TV lokal yang ada di Serang jangkauana mencapai seluruh wilayah Banten Loh siarannya juga seputar kejadian-kejadian yang ada di Banten.
TV ini memakai seribu watt biar bisa menjangkau semua propinsi Banten.

katanya kedepannya tv ini akan menayangkan lebih banyak program hiburan tapi bukan musik aja

begitu teman....

Bikin Lagi

PERTEKOM alias Perkembangan Teknologi Komunikasi adalah mata kuliah yang sangat pas di dapat untuk mahasiswa khususnya jurusan komunikasi
Kenapa?
karena buat orang-orang komunikasi perlu banget nguasai yang namanya perkembangan teknologi biar ga' dibilang gaptek, iya kan....
matakuliah ini bagus banget deh kalo di pelajarinnya bener-bener
(itu juga kata orang)

Selasa, 06 Januari 2009

Perkembangan Blogger Saat ini

Dunia Blogger: dari Narsis sampai Citizen Jurnalism

Oleh : Hary

Blog atau web blog sejak pertama kali diperkenalkan oleh Jorn Barger tahun 1998 telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik yang berbayar maupun gratisan. Khusus untuk penyedia web blog gratisan seperti wordpress.com, blogger.com hampir setiap jam membernya selalu bertambah. Pada awalnya istilah blog ini diberikan kepada orang-orang yang memiliki website pribadi dan selalu meng-updatenya baik itu berita, link ke website lain, curhatan, tutorial dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, sejarah blog katanya berawal pada tahun 2000, dengan cikal bakalnya sebuah website yang bernama Indigos.Net Website pribadi yang berisi segala sesuatu tentang seseornag yang bernama Tyaz dari mulai biodata, profil teman, portofolio, hingga kumpulan puisi, tetapi Indigos.net ini dikenal webblog pada tahun 2001 dengan membernya yang lumayan banyak pada saat itu dan contentnya yang inovatif dan kreative.

Seiring dengan kemudahan akses internet yang sudah merambah wilayah-wilayah tidak hanya di perkotaan saja, pertumbuhan blogshpere begitu pesat. menjadi Bloger tidak hanya dikuasai oleh mereka yang meminati IT saja (profesional di bidang IT) tetapi juga kalangan awam. Sehingga timbul komunitas-komunitas dan forum blogger yang senantia berkomunikasi lewat dunia maya. Sesui dengan namanya yaitu web pribadi maka tujuan orang membuat blog juga bermacam-macam, adanya yang narsis, eksistensi, sharing, curhat atau bahkan sekedar ungkapan perasaan yang terpendam.

Dalam perkembangannya, Saat ini pribadi-pribadi pemilik weblog bukan lagi menjadikan blog sebagai jurnal harian, atau curhatan dan dokumen karya tulisnya. Para penulis blog sudah mulai menjadikan blog sebagai media informasi publik yang gratis dan independent, serta mungkin selanjutnya diharapkan menjadi media informasi yang cepat, tepat dan akurat.
Untuk menuju tersedianya informasi publik yang independent, cepat, akurat dan dapat dipercaya, tentunya harus sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalisme. Tentunya keadaan ini menjadi pekerjaan rumah bagi mereka yang peduli informasi publik hasil dari karya jurnalisme yang bermutu.

Pendidikan jurnalisme menjadi sangat penting untuk diketahui oleh publik. Sehingga ketika publik akan menyalurkan informasi terkini melalui blog, akan ditulis dengan teknik jurnalistik yang benar.
Citizen journalism yang diinginkan oleh berbagai pihak tentunya tidak sekedar isapan jempol belaka. Dengan perkembangan blog dan kualitas tulisan para penulisnya, dengan serta merta informasi publik akan mudah didapat dengan cepat, akurat dan dapat dipercaya.

Seiring dengan hal tersebut keberadaan blog tidak hanya sebatas penyaluran informasi belaka tetapi mampu menjadi social control sebagaimana peran media masa selama ini. Tulisan-tulisan yang bersifat kritik terhadap pemangku jabatan publik hendaknya jangan dijadikan sebagai bentuk penghinaan ataupun pencemaran nama baik yang berimplikasi pada hukum. Terkecuali tulisan - tulisan yang berbau SARA yang bisa membangkitkan kebencian dan kemarahan.

Terkait masalah citizen jounalism, Menkominfo Muh. Nuh menyatkan bahwa tidak akan ada penahanan terhadap para blogger yang bersuara kritis. Dan atas apresiasi terhadap dunia blogger maka pada tanggal 27 Oktober ditetapkan sebagai Hari Bloger Nasional. Dan tahun ini perayaan pesta akan dilaksankan pada tanggal 22 Nopember 2008 di aula BPPT Jakarta dengan tema “BLOGGING FOR SOCIETY”

Sumber : http://harysmk3.wordpress.com/2008/11/20/dunia-blogger-dari-narsis-sampai-citizen-jurnalism/

Senin, 05 Januari 2009

Ponsel Sebagai Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi

Peranan perkembangan Teknologi telepon selular dalam mengubah prilaku dan budaya antar individu

Dari segi tren dan gaya hidup, masyarakat di pedalaman kini tak mau tertinggal dengan masyarakat kota. Perkembangan teknologi selular yang dibarengi dengan perkembangan teknologi HP dari berbagai merek, membuat masyarakat khususnya remaja, mengikuti tren berganti-ganti HP dengan seri terbaru. Perubahan gaya hidup ini juga disebabkan karena pengaruh budaya konsumerisme melalui iklan-iklan HP dan semakin meningkatnya daya beli mereka. Kini bagi masyarakat pedalaman, kehadiran ponsel bukan lagi menjadi kebutuhan tetapi sudah menjadi bagian dari perilaku kehidupan. Karena penggunaan ponsel memberi kontribusi yang cukup besar bagi pengembangan kompetensi sosial masyarakat.

Penggunaan ponsel juga memberikan perubahan interaksi sosial masyarakat, dilihat dari cara berkomunikasi. Kehadiran ponsel lambat laun mengurangi interaksi tatap muka. Penyebaran informasi yang sebelumnya dilakukan secara door to door kini cukup melalui SMS. Percakapan dengan tetanggapun bisa dilakukan tanpa beranjak dari tempat duduk. Hal ini kadang menimbulkan kekecewaan-kekecewaan baru karena kemajuan teknologi tersebut tidak diiringi dengan kesiapan mental masyarakat yang menerimanya. MELONJAKNYA penggunaan telepon seluler menarik perhatian para ahli ilmu sosial karena fenomenanya yang begitu unik dalam mempengaruhi perilaku dan interaksi sosial di masyarakat. Di beberapa negara Eropa semakin banyak murid sekolah yang salah menuliskan kata-kata karena terbiasa menggunakan SMS, fenomena yang dibahas dalam Simposium Bahasa di Madrid Spanyol. Salah satu kesimpulannya adalah penggunaan bahasa semakin efektif lewat SMS.

Pengiriman short message service (SMS) di seluruh dunia tahun 2002 mencapai 430 miliar, dan harian The Guardian di Inggris melakukan kompetisi penulisan puisi melalui SMS yang diikuti 8.000 peserta. Hasilnya menakjubkan, meski hanya memiliki 160 karakter, kreativitas manusia ternyata bisa lebih tersalurkan. Fenomena unik ini menginspirasi seniman Fiddian Warman dan Siobhan Hapaska untuk membuat patung SMS di Kota Loch Lomond, Skotlandia.

Tabel di atas memperlihatkan telepon seluler (ponsel) bisa menjadi working tool terutama bagi para pelaku bisnis maupun profesional untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Selain itu, juga untuk menjalin hubungan sosial, atau alat hiburan serta memperoleh informasi terdini mengenai topik tertentu.

AM Townsend (2000) menyatakan, di negara-negara berkembang ponsel telah mengurangi kesenjangan berkomunikasi di masyarakat. Penelitian yang dilakukan International Telecommunication Union (2001) menemukan bahwa jumlah penggunaan ponsel di 100 negara-negara miskin melampaui telepon tetap dan komputer, karena harga ponsel terjangkau.

Pemanfaatan ponsel berbeda pada setiap kelompok masyarakat. Bagi pelaku bisnis, ponsel lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Kalaupun digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menghibur, biasanya dilakukan pada waktu senggang. Misalnya saat menunggu jadwal keberangkatan, saat di dalam mobil yang menggunakan sopir, atau saat istirahat.

Bagi anak muda, selain untuk berkomunikasi lebih sering untuk hiburan seperti kirim gambar, musik, atau permainan. Di samping itu, telepon ponsel dijadikan identitas status sosial mereka. Setiap kali keluar telepon model mutakhir, mereka berupaya untuk mendapatkan dan memperlihatkannya kepada teman. Mereka juga sering meminjamkan ponselnya dan memperlihatkan pesan-pesan yang diterima ke temannya.

Penggunaan ponsel bukan lagi sebagai alat berkomunikasi semata, melainkan juga mendorong terbentuknya interaksi sosial yang sama sekali berbeda dengan interaksi tatap muka. Orang yang tidak suka tampil di tempat umum bisa melakukan interaksi dan komunikasi sosial dengan yang lainnya, sambil mempertahankan ruang pribadinya sendiri. Artinya, seseorang bisa berada di ruang publik meskipun secara fisik dia tidak berada di sana.

Beberapa penelitian memperlihatkan, penggunaan ponsel memberi kontribusi yang cukup besar bagi seorang anak untuk dapat mengembangkan kompetensi sosialnya. Misalnya, kecepatan bereaksi dan beradaptasi dalam menghadapi situasi yang tidak diprediksikan sebelumnya. Dia juga bisa mengembangkan kemampuan berbicara dan membahas topik-topik di luar perkiraannya.

Melalui ponsel si anak belajar dengan cepat untuk menilai sifat dan karakteristik lawan bicaranya meski tak pernah bertemu. Dengan sendirinya ia juga belajar dengan cepat berperilaku dengan kelompok bicara yang baru dikenalnya.

Ini semua terjadi karena ponsel si anak selalu dalam keadaan hidup dan sering kali menerima telepon di luar waktu yang diharapkan. Juga dengan topik yang tak terpikirkan sebelumnya.

Sumber :http://myaa.blogdetik.com/2008/10/23/peranan-perkembangan-teknologi-telepon-selular-dalam-mengubah-prilaku-dan-budaya-antar-individu/

Jumat, 19 Desember 2008

Tugas Yang Sejarah Perkembangan TV

SEJARAH PERKEMBANGAN TELEVISI

Pada tahun 1962 menjadi tonggak pertelevisian Nasional Indonesia dengan berdiri dan beroperasinya TVRI. Pada perkembangannya TVRI menjadi alat strategis pemerintah dalam banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial hingga kegiatan-kegiatan politik. Selama beberapa decade TVRI memegang monopoli penyiaran di Indonesia, dan menjadi “ corong “ pemerintah. Sejak awal keberadaan TVRI, siaran berita menjadi salah satu andalan. Bahkan Dunia dalam Berita dan Berita Nasional ditayangkan pada jam utama. Bahkan Metro TV menjadi stasiun TV pertama di Indonesia yang fokus pada pemberitaan, layaknya CNN atau Al-Jazeera. Pada awalnya, persetujuan untuk mendirikan televisi hanya dari telegram pendek Presiden Soekarno ketika sedang melawat ke Wina, 23 Oktober 1961.

Sulit dibayangkan bagiamana repotnya dan susahnya ketika itu, karena bahkan untuk memlilih peralatan yang mana dari perusahaan apa, masih serba menerka. Dalam perkembangannya, TV swasta melahirkan siaran berita yang lebih variatif. Siaran berita yang bersifat straight news, seperti Liputan 6 (SCTV), Metro Malam (Metro TV), dan Seputar Indonesia (RCTI) tidak jadi satu-satunya pakem berita televisi. Kurang dalamnya straight news disiasati stasiun TV dengan tayang depth reporting, yang mengulas suatu berita secara lebih mendalam. Tayangan itu antara lain Metro Realitas (Metro TV), Derap Hukum dan Sigi (SCTV) dan Kupas Tuntas (Trans TV). Sementara itu, berita kriminal mendapat tempat tersendiri dalam dunia pemberitaan televisi, sebutlah Buser (SCTV), Sergap (RCTI) dan Patroli (Indosiar). Tonggak kedua dunia pertelevisian adalah pada tahun 1987, yaitu ketika diterbitkannya Keputusan Menteri Penerangan RI Nomor : 190 A/ Kep/ Menpen/ 1987 tentang siaran saluran terbatas, yang membuka peluang bagi televisi swasta untuk beroperasi. Seiring dengan keluarnya Kepmen tersebut, pada tanggal 24 agustus 1989 televisi swasta, RCTI, resmi mengudara, dan tahun-tahun berikutnya bermunculan stasiun-stasiun televisi swasta baru, berturut-turut adalah SCTV ( 24/8/90 ), TPI ( 23/1/1991 ), Anteve ( 7/3/1993 ), indosiar ( 11/1/1995 ), metro TV ( 25/11/2000 ), trans TV ( 25/11/2001 ), dan lativi ( 17/1/2002 ). Selain itu, muncul pula TV global dan TV 7. jumlah stasiun televisi swasta Nasional tersebut belum mencakup stasiun televisi lokal – regional..
Maraknya komunitas televisi swasta membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, baik positif atau negatif. Kehadiran mereka pun sering menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Pada satu sisi masyarakat dipuaskan oleh kehadiran mereka yang menayangkan hiburan dan memberikan informasi, namun di sisi lain mereka pun tidak jarang menuai kecaman dari masyarakat karena tayangan-tayangan mereka yang kurang bisa diterima oleh masyarakat ataupun individu-individu tertentu. Bagaimanapun juga, televisi telah menjadi sebuah keniscayaan dalam masyarakat dewasa ini. Kemampuan televisi yang sangat menakjubkan untuk menembus batas-batas yang sulit ditembus oleh media masa lainnya. Televisi mampu menjangkau daerah-daerah yang jauh secara geografis, ia juga hadir di ruang-ruang publik hingga ruang yang sangat pribadi. Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar hidup ( gerak atau live ) yang bisa bersifat politis, informatif, hiburan, pendidikan, atau bahkan gabungan dari ketiga unsur tersebut. Oleh karena itu, ia memiliki sifat yang sangat istimewa.
Kemampuan televisi yang luar biasa tersebut sangat bermanfaat bagi banyak pihak, baik dari kalangan ekonomi, hingga politik. Bagi kalangan ekonomi televisi sering dimanfaatkan sebagai media iklan yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk pada konsumen. Sementara, bagi kalangan politik, televisi sering dimanfaatkan sebagai media kampanye untuk menggalang masak, contohnya adalah, banyak pihak yang menilai kemenangan SBY di Indonesia dan JFK di Amerika sebagai presiden adalah karena kepiawaian mereka memenfaatkan media televisi. Belakangan, televisi pun sering dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai media sosialisasi sebuah kebijakan yang akan di ambil kepada masyarakat luas, seperti yang belakangan adalah sosialisasi tentang kenaikan harga BBM dan tarip dasar listrik. Kehadiran televisi banyak memberi pengaruh positif dalam masyarakat, terutama yang terkait dengan kemampuannya untuk menyebar informasi yang cepat dan dapat diterima dalam wilayah yang sangat luas pada waktu yang singkat. Hasil penelitian MRI ( 2001 ) terhadap para ibu yang diungkapkan oleh Puspito ( Almira-online ) menyebutkan bahwa siaran televisi memberikan dampak positif bagi anak-anak mereka. Diantara dampak positif tersebut adalah menambah wawasan anak, anak menjadi lebih cerdas, anak dapat membedakan yang baik dan jahat, serta dapat mengembangkan keterampilan anak. Dampak negatif yang ia lihat pada anak mereka, yaitu berperilaku keras, moralitas negatif, anak pasif, dan tidak kreatif nilai sekolah rendah, kecanduan menonton, dan perilaku konsumtif.

• SEJARAH TELEVISI LOKAL
Penyiaran saat ini tidak lagi menjadi monopoli Jakarta. Fenomena menjamurnya televisi lokal di berbagai daerah dapat dijadikan indikator telah menyebarnya sumber daya penyiaran. Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), sebuah organisasi tempat bergabungnya televisi lokal yang berdiri pada 26 Juli 2002, hingga saat ini telah menghimpun sebanyak 23 industri televisi lokal. Anggotanya tersebar di berbagai daerah di Indonesia, ada Bandung TV di Bandung, Bali TV di Bali, Riau TV di Pekanbaru Riau, dan berbagai daerah lainnya. Belum lagi keberadaan televisi lokal lainnya yang belum terdata sama sekali. Dapat dibayangkan betapa ramainya udara Indonesia di masa yang akan datang dengan maraknya televisi lokal yang akan bermunculan. menggeliatnya perkembangan televisi lokal tidak seindah yang dibayangkan. Televisi lokal yang sudah beroperasi banyak yang berjibaku dengan masalah internalnya, dari persoalan buruknya manajemen, baik manajemen sumber daya manusianya maupun manajemen keuangannya, hingga pada persoalan sulitnya mendapatkan share iklan.
Iklan merupakan masalah tersendiri yang cukup membuat gelisah para pengelola sebagian besar televisi lokal. Potret buruknya sistem manajemen sebagian televisi lokal dapat dilihat dalam peristiwa protes karyawan salah satu televisi lokal yang terjadi di tahun 2005. Protes karyawan dilatarbelakangi karena rendahnya upah yang diterima serta tidak adanya kepastian kerja bagi mereka. Tumpuan harapan
Publik sesungguhnya menaruh harapan begitu tinggi terhadap televisi lokal. Kehadirannya di belantika penyiaran diharapkan dapat memberi alternatif tontonan dan dapat mengakomodasi khazanah lokalitas yang saat ini kurang tertampung dalam tayangan televisi Zaman telah berubah, konsentrasi media dan pemusatan modal ingin dihilangkan. Walau tidak bisa dilakukan secara langsung, keinginan menyebar sumber daya itu akan dilakukan secara bertahap seiring dengan penataan sistem dan regulasinya. Ini merupakan berkah yang patut disyukuri masyarakat daerah.
Bila keadaan ini terus berjalan sesuai harapan, geliat industri penyiaran di daerah akan berkembang dan orang tidak lagi melihat Jakarta sebagai pusat peradaban penyiaran. Peradaban penyiaran lambat laun akan tumbuh di berbagai daerah. Fenomena ini mungkin hampir sama dengan keadaan pada zaman Yunani kuno. Di sana polis- polis berkembang dan kebudayaan tidak terpusat di suatu tempat. Tanggung jawab pengelola
Banyaknya masalah yang dihadapi oleh industri televisi lokal menuntut perhatian dan upaya untuk mengatasinya. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab regulator penyiaran, melainkan juga menjadi tanggung jawab pengelola televisi lokal itu sendiri. Dari sudut regulator diharapkan ada regulasi atau kebijakan yang memihak terhadap tumbuhkembangnya televisi lokal.
Pemihakan itu kemudian dituangkan dalam produk peraturan. Dari sisi televisi lokal, harus segera dilakukan upaya, antara lain pertama, televisi lokal harus mampu menciptakan keunikan dari program siaran yang dikelolanya. Bila hal ini dapat dilakukan, setidaknya televisi lokal dapat membangun posisi tawar di hadapan televisi Jakarta dan dapat meraih pemirsa daerah yang selama ini menjadi penonton loyal televisi local. Bila televisi lokal telah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, rasanya cita-cita mewujudkan sistem penyiaran nasional yang berkeadilan bukanlah sebuah impian yang utopis.
Pada era otonomi daerah, peran media massa makin urgen. Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 yang direvisi menjadi Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah lebih menitikberatkan pada partisipasi dan kontrol masyarakat serta pemberdayaan institusi lokal. Salah satu upaya yang harus dilakukan demi suksesnya otonomi daerah adalah mengoptimalkan peran institusi lokal nonpemerintah, seperti media massa. Strategi komunikasi yang berkembang pun tidak lagi centrist vertical seperti pada masa Orde Baru. Pada masa itu, media massa hanya menjadi corong komunikator puncak yang duduk di jabatan tertinggi pemerintahan sehingga informasi yang beredar pun hanya untuk kepentingan pemerintahan. Sementara itu, masyarakat diposisikan hanya sebagai komunikan yang dijejali dengan berbagai propaganda. Di Indonesia saat ini sudah berkembang startegi komunikasi two way traffic yang dalam pandangan Peterson dan Burnett, telah terjadi komunikasi vertikal downward communication dan upward communication.
Realitas tersebut merupakan angin surga bagi kehidupan media massa di tanah air. Setidaknya, media massa pada orde ini dapat lebih memberdayakan dirinya sembari tetap mempertahankan empat fungsi pokoknya, yakni, memberikan informasi (to inform), menjadi media pendidikan (to educate), sarana hiburan bagi masyarakat (to entertain), dan kontrol sosial (social control). Keempat fungsi pokok tersebut harus dikayuh dalam bingkai-bingkai norma yang berlaku, baik norma hukum, norma agama, norma susila, maupun norma kesopanan.

Rabu, 17 Desember 2008

Berjuanglah Tim Merah Putihku…

Oleh : Megawati

Selasa malam (16/12), timnas merah putih kita berhadapan dengan Thailand. Penonton yang berjibun di Stadion GBK menaruh harapan besar kepada anak-anak asuhan Beny Dollo ini. Dengan mengeluarkan semangat 45 para penonton bersorak sorai memberikan dukungan. Tapi dikala pertandingan memasuki menit ke-6 penonton Indonesia dibuat bungkam oleh gol yang di buat Terasil.

Serangan dari tim yang berjuluk “Gajah Putih” ini begitu bertubi-tubi dan membuat tim merah putih sering kalang kabut. Seperti yang telah dikatakan Bendol rupanya serangan dari negeri gajah putih ini seperti tsunami.

Dan apa boleh buat hasil mencatat Indonesia harus tunduk 1-0 dari Thailand. Bambang Pamungkas cs kini harus menelan pil pahit lagi. Hal ini sekaligus memperpanjang catatan bahwa timnas kita selalu tunduk di tangan tim gajah putih. Dari 6 kali pertemuan melawan Thailand dalam laga AFF Indonesia hanya berhasil menang 1 kali.

Sabtu nanti tim kita akan kembali berhadapan dengan Thailand dalam laga away di Stadion Rajamanggala, Bangkok. Untuk itu kita sebagai warga Negara yang cinta terhadap timnas ini dengan sepatutnya memberikan dukungan dan doa.

Berjuanglah Indonesiaku,

Berjuanglah TimNasku,

Tunjukkan merah putihmu di bumi Bangkok…

Senin, 15 Desember 2008

Bangkitlah Chelseaku

oleh Megawati

Pergelatan Liga Inggris uda memasuki masa-masa krusial maksudnya uda keliatan ni sapa yang bakal menjuarai salah satu liga termegah di Eropa ini. The Big Four tetap menguasai deretan teratas klasemen sementara. Posisi puncak saat ini di tempati oleh Liverpool dan selanjutnya di ikuti oleh tim kesayangan w si The Blues Chelsea.

Pertandingan kemaren malem seharusnya Chelsea bisa mengalahkan West Ham tapi apa boleh buat skor akhir menyatakan imbang 1-1. Buat Chelseaku ayo bangkit ayo buktikan kemampuanmu dan rebutlah juara EPL tahun ini dengan menaklukan MU sang juara bertahan.